Tes Kebugaran ( Rockport) dan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Dalam rangka memeriahkan acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke – 54, maka panitia mengadakan tes kebugaran serta pemeriksaan kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Acara dilaksanakan pada tanggal 9 November  2018 dimulai pada jam 06.00 WIB di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Para peserta tes kebugaran dalam rangka peringatan Hari Kesehatan nasional ke-54

 

Diawali dengan pemanasan dan senam bersama yang dipimpin oleh instruktur senam, maka rockport dimulai dengan peserta yang berkumpul di garis start dan kemudian mulai untuk lari sejauh 1600m dengan rute yang sudah ditentukan oleh panitia.  Beberapa panitia time counter sudah siap di garis finish untuk mencatat waktu tempuh para peserta.

Senam bersama di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Setelah rockport selesai maka dilanjutkan dengan tes kesehatan yaitu pengecekan tensi, gula darah, dan asam urat di UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Kemudian dilanjutkan dengan acara sarapan  bersama di Ruang Pertemuan DKK Wonogiri. Dari hasil kegiatan tersebut maka panitia mengolah data dari para hasil pencapaian peserta yang mengikuti rockport dan peserta ter-bugar adalah Bapak Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Sumarsono Purwadi, SKM. MM.

Cek kesehatan yaitu pengukuran tensi, gula darah, dan asam urat.

 

Peserta Ter-Bugar, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan. Bapak Sumarsono Purwadi, SKM, MM.

 

Kunjungan Lapangan ( Studi Banding ) STBM Kabupaten Grobogan ke Kabupaten Wonogiri

Rombongan Studi banding Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan bersama Kepala Desa Bulusulur.

Sehubungan dengan peningkatan kapasitas dan memberikan wawasan kepada petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas Se-Kabupaten Grobogan dalam mewujudkan Desa STBM di Kabupaten Grobogan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan beserta Puskesmas mengadakan Kunjungan Lapangan di Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri…

Acara Studi Banding diadakan di Di Pendopo Taman Arjuna Desa Bulusulur

Kunjungan Lapangan (studi banding) dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 24 Oktober 2018 di Taman Arjuna ( kolam keceh) Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Acara Studi Banding di desa Bulusulur dihadiri oleh peserta dari Kabupaten Grobogan yang terdiri dari 30 Sanitarian Puskesmas, bapak Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, bapak Kepala Bidang Yankes DKK Grobogan, dan Ibu Kepala Seksi dan staff Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olah Raga DKK Grobogan. Serta tamu undangan yaitu bapak camat Wonogiri, bapak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri yang diwakili oleh bapak Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Wonogiri, bapak Kepala Seksi dan Staff Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olah raga DKK Wonogiri, Perwakilan dari Puskesmas Wonogiri 1, Babinsa Desa Bulusulur, Perangkat Desa, dan kader Desa Bulusulur.

Sambutan dari bapak Kepala Bidang Kesmas Bapak Mardiyanto, SKM., M.Kes. Bapak Camat Wonogiri. Drs. Slameto Sudibyo. serta penyampaian maksud dan tujuan oleh Bapak Sekdin DKK Grobogan dr. Slamet Widodo.

Selanjutnya sambutan selamat datang dari bapak Kabid Kesmas Mardiyanto, SKM,MKes dalam sambutan beliau menjelaskan tentang STBM di Kabupaten Wonogiri yang dimulai tahun 2008 dan desa yang ODF untuk pertama kali adalah desa Pule di Kecamatan Selogiri, pada tahun 2009 telah ada kecamatan yang ODF untuk pertama kalinya yaitu kecamatan Puhpelem, lalu pada tahun 2017 Desa Bulusulur sebagai desa STBM pertama di Kabupaten Wonogiri yang juga bersamaan dengan Deklarasi Kabupaten ODF di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2017. Sambutan selanjutnya yaitu dari beliau bapak  Drs. Slameto Sudibyo camat Wonogiri bahwa desa bulsulur adalah desa yang mempunyai banyak inovasi. Hampir setiap program pemerintah bisa dilaksanakan dan dikembangkan secara maksimal, sehingga kesejahteraan masyarakat desa bisa diwujudkan. Setelah kedua sambutan dari bapak kabid dan bapak camat maka dilanjutkan penyampaian maksud dan tujuan dari Sekretaris DKK Grobogan dr. Slamet Widodo bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sanitarian se Kabupaten Grobogan, guna mewujudkan kabupaten Grobogan menuju STBM lima Pilar. Dengan mengkaji yang dilakukan oleh desa Bulusulur diharapkan Grobogan juga mampu menuju STBM lima pilar.

paparan Bapak Dwi Santoso, ST. tentang STBM di Desa Bulusulur

Setelah sambutan dan penyampaian maksud tujuan maka acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian penampilan senam STBM dari kader desa Bulusulur. Dilanjutkan dengan presentasi dari Kepala Desa Bulusulur Bapak Dwi Prasetyo, ST. Presentasi bapak Dwi Prasetyo adalah perjalanan desa Bulusulur dalam mencapai status desa 5 pilar STBM. Desa Bulusulusr menjadi Desa ODF pada tahun 2015, tak cukup sampai ODF saja desa Bulusulur semakin mengembangkan inovasi program STBM dengan adanya STBM 5 pilar plus, pilar plus nya adalah Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) dan penanaman Apotek Hidup. Bapak Dwi Prasetyo juga merupakan peraih Juara 1 Duta Lingkungan Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah di tahun 2017.

sesi tanya jawab antara peserta studi banding dan bapak kepala desa

Acara selanjutnya adalah diadakannya sesi diskusi dan tanya jawab oleh bapak Dwi Prasetyo dan peserta studi banding dan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA. Setelah ISHOMA maka dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke dusun Kedungsono. Acara terakhir yaitu penyerahan kenang – kenangan antara kabupaten Grobogan dan Kabupaten Wonogiri.

Penyerahan kenang-kenangan dari kabupaten Wonogiri ke Kabupaten Grobogan yang diwakili oleh bapak Kabid Kesmas DKK dan bapak Sekdin DKK Grobogan.

 

Senam STBM oleh kader Desa Bulusulur.

 

Kabupaten Wonogiri Meraih Penghargaan STBM Berkelanjutan Tingkat Nasional Tahun 2018

Alhamdulillah… Puji Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT.. Karena pada hari ini tanggal 18 Oktober 2018 Wonogiri meraih penghargaan STBM Berkelanjutan oleh Kementerian Kesehatan yang bertempat di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi Kementerian Kesehatan. Yang dihadiri oleh bapak SEKDA Drs. Suharno, M.Pd dan Bapak Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Wonogiri bapak dr. Adhi Dharma, MM.

Sambutan dan arahan dari Ibu Kemenkes kepada 23 Kabupaten dan 1 Provinsi yang terpilih meraih pengahargaan STBM Berkelanjutan.

 

SEKDA Kab. Wonogiri Drs. Suharno, M.Pd saat menerima piagam penghargaan STBM Berkelanjutan.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian Kabupaten Wonogiri yang telah terverifikasi STOP Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Dan memiliki inovasi terbaik dalam mempertahankan kondisi SBS serta meningkatkan kualitas akses sanitasi dan layanan berbasis masyarakat.

Persembahan dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Wonogiri.

 

Hasil karya Sanitarian dan segenap stakeholder terkait, terima kasih Sanitarian Wonogiri.

 

dr. Adhi Dharma, MM. bersama wakil dari Kabupaten lain penerima penghargaan STBM berkelanjutan.

 

Deklarasi ODF dan Germas Kabupaten Wonogiri

   Deklarasi ODF dan GERMAS Kab. Wonogiri

Pada tanggal 14 November 2017  bertepatan dengan peringatan HKN (Hari Kesehatan Nasional) kabupaten Wonogiri mendeklarasikan bahwa Kabupaten Wonogiri sudah bebas dari Buang Air Besar Sembarangan. Deklarasi ODF ( Open Defecation Free) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan bersama dengan Program Germas ( Gerakan Masyarakat Hidup Sehat).

Penandatanganan Prasasti Deklarasi ODF oleh Wakil Bupati Wonogiri.

                Upaya Stop Buang Air Besar Sembarangan merupakan pilar ke-1 STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).Sedangkan untuk Pilar ke-2 adalah CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun), Pilar Ke-3 yaitu Pengelolaan Air Minum dan Makan Rumah Tangga, Pilar ke – 4 yaitu Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, Pilar ke -5 yaitu Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

Penandatanganan Komitmen Masyarakat Wonogiri Tidak BABS yang Diwakili Oleh Camat Seluruh KAb. Wonogiri

                Germas adalah Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku seha tuntuk meningkatkan kualitas hidup. GERMAS dapat dilakukan dengan cara:

  1. Melakukan aktifitas fisik,
  2. Mengonsumsi sayur dan buah,
  3. Tidak merokok,
  4. Tidak mengonsumsi alkohol,
  5. Memeriksa kesehatan secara rutin,
  6. Membersihkan lingkungan, dan
  7. Menggunakan Jamban

 

Para Tamu Undangan Kegiatan Deklarasi ODF dan GERMAS

 

Panitia Kegiatan Deklarasi ODF dan GERMAS Kabupaten Wonogiri

 

 

Kenapa Perlu Germas…????

  Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Pada era 1990, penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi). Tahun 2015, PTM seperti Stroke, Penyakit Jantung Koroner (PJK), Kanker dan Diabetes justru menduduki peringkat tertinggi.
Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia, bahkan kualitas generasi bangsa. Hal ini berdampak pula pada besarnya beban pemerintah karena penanganan PTM membutuhkan biaya yang besar. Pada akhirnya, kesehatan akan sangat mempengaruhi pembangunan sosial dan ekonomi.
Oleh karena itu, Presiden menetapkan Instruksi Presiden Nomor : 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), secara khusus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) guna mewujudkan Indonesia sehat. Hal ini sesuai dengan kepedulian pemerintah dalam mewujudkan kesehatan masyarakat tertuang dalam program NAWA CITA. GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.
Tujuan GERMAS adalah agar masyarakat berperilaku sehat, sehingga berdampak pada :
1) Kesehatan terjaga
2) Produktif
3) Lingkungan bersih
4) Biaya berobat berkurang
Pada tahap awal, GERMAS dimulai dengan berfokus pada kegiatan-kegiatan:
1) Aktivitas fisik 30 menit per hari,
2) Buah dan sayur, untuk dikonsumsi setiap hari
3) Cek kesehatan secara rutin.
4) Diberi Asi Eksklusif, bagi bayi usia 0 – 6 bulan
5) Enyahkan Asap rokok
6) Fokus pada mencegah stunting

AYO HIDUP SEHAT- MULAI DARI KITA
SEHAT ITU INDAH – SEHAT ITU NIKMAT – SEHAT ITU HEMAT – SEHAT ITU SEGALANYA
SALAM GERMAS
“SEHAT… BUGAR…PRODUKTIF” (Tyas)