BIAS 2018 Kabupaten Wonogiri

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan kesehatan dengan perencanaan terpadu. Program imunisasi mengacu kepada konsep Paradigma Sehat, dimana prioritas utama dalam pembangunan kesehatan yaitu upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan bahwa program imunisasi sebagai salah satu upaya pemberantasan penyakit menular. Continue reading →

Jampersal salah satu upaya untuk munurunkan AKI dan AKB

Untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dengan menurunkan angka kematian bayi dan ibu yang melahirkan, pemerintah meluncurkan program Jaminan Persalinan (Jampersal) dengan tujuan meningkatkan akses pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, bersalin dan nifas serta bayi baru lahir ke Fasilitas pelayanan kesehatan yang kompeten. Continue reading →

ORIENTASI ASUHAN GIZI PUSKESMAS DAN ELEKTRONIK PENCATATAN DAN PELAPORAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT(E-PPGBM) DI KABUPATEN WONOGIRI TAHUN 2018

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (BAB VIII) mengamanatkan bahwa Upaya Perbaikan Gizi bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, dan peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi dan kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Upaya pembinaan gizi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan masalah gizi, penahapan dan prioritas pembangunan nasional.

Perkembangan masalah gizi di Indonesia semakin kompleks saat ini. Selain masih menghadapi masalah kekurangan gizi, masalah kelebihan gizi juga menjadi persoalan yang harus ditangani dengan serius. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015 – 2019, perbaikan status gizi masyarakat merupakan salah satu prioritas dengan menurunkan prevalensi balita gizi kurang (underweight) menjadi 17 % dan prevalensi balita pendek (stunting) menjadi 28 % pada tahun 2019. Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2016 menunjukkan prevalensi balita pendek 29,0% , gizi kurang  17,8 % dan balita kurus 11,1 %. Sementara  hasil PSG 2016 menunjukkan bahwa ibu hamil dengan resiko kurang energi kronis (KEK) sebesar 16,2 %, meningkat 2,9 % dibansingkan tahun 2015. Upaya pembinaan perbaikan gizi dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan sesuai dengan perkembangan masalah gizi, pentahapan dan prioritas pembangunan nasional.

Tujuan dari diadakan pertemuan ini adalah Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan peserta dalam pelaksanaan asuhan gizi puskesmas dalam pelaksanaan E-PPGBM  khususnya dari puskesmas sehingga dapat berjalan dengan lancar dan petugas dapat memahami tentang kebiajakan pelayanan Gizi di Puskesmas dan E-PPGBM.

untuk materi-materi E-PPGBM bisa di download pada page dibawah ini.