Bareng-bareng Kita Golek Riak (BATAGOR)Puskesmas Pracimantoro II

Kesehatan masyarakat memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kondisi umum kesehatan Indonesia dipengaruhi oleh faktor lingkungan, perilaku dan pelayanan kesehatan. Terdapat berbagai macam penyakit yang masih menjadi permasalahan sehingga masyarakat beranggapan hal tersebut dapat menurunkan kualitas kesehatan baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular. Salah satu penyakit menular yang masih menjadi permasalahan di Indonesia bahkan di seluruh dunia adalah Tuberkulosis. Tuberkulosis yang selanjutnya disingkat TB adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri  Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang paru dan organ lainnya. TB merupakan satu dari 10 penyebab kematian dan penyebab utama agen infeksius. Secara global pada Tahun 2017 TB menyebabkan sekitar 1,3 juta kematian. Diperkirakan terdapat 10 juta kasus TB baru atau setara dengan 133 kasus per 100.000 penduduk di Dunia. Jumlah kasus TB di Indonesia menurut WHO tahun 2015 diperkirakan adalah 1 juta kasus TB baru pertahun (399 per 100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41 per 100.000 penduduk).

Penemuan kasus suspek TB merupakan langkah paling awal ditemukannya kasus TB aktif di masyarakat  sehingga ia berperan sangat penting dalam mewujudkan pelayanan TB yang sesuai standar bagi masyarakat. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan  RI Nomor 43 Tahun 2016 mengenai Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang Kesehatan, Pelayanan Kesehatan bagi penderita TB yang sesuai standar merupakan salah satu jenis pelayanan minimal yang harus dilaksanakan pada setiap Pemerintahan Kab/Kota. lnovasi BATAGOR (Bareng-bareng Kita Golek Riak) dibangun atas dasar capaian angka penemuan kasus suspek TB di UPTD Puskesmas Pracimantoro II yang cenderung mengalami penurunan dari Tahun 2017-2020.  “golekriak” atau dalam bahasa Indonesia berarti mencari dahak adalah satu-satunya upaya yang dapat dilakukan Puskesmas dalam rangka menemukan kasus suspek dan kasus TB aktif di masyarakat. BATAGOR dilaksanakan dengan memberdayakan peran kader kesehatan di masing-masing desa dalam membantu menemukan pasien suspek Tuberkulosis di masyarakat sekitarnya melalui pemberian edukasi mengenai penyakit TB, konseling pengumpulan sampel dahak untuk diperiksakan serta membantu pengiriman sampel dahak ke Puskesmas.