Si Cantik Puskesmas Giriwoyo 2

Si Cantik Puskesmas Giriwoyo 2

Inovasi Sicantik (Siswa Pencari Jentik) dibuat oleh UPTD Pukesmas Giriwoyo II karena banyak kasus kematian akibat demam berdarah di Kabupaten Wonogiri. Penyakit demam berdarah dengue sendiri merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sejak tahun 1968 jumlah kasusnya sampai sekarang terus mengalami peningkatan dan penyebarannya bertambah luas. Hal ini disebabkan karena semakin meluasnya virus dengue oleh nyamuk penularannya di berbagai wilayah Indonesia. Penyebab DBD dapat menimbulkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah. Pencegahan DBD dapat dilaksanakan secara terorganisir dikota maupun desa, dengan cara penyuluhan dan pendidikan bagi tenaga kesehatan dan sosialisasi bagi kader kesehatan atau masyarakat luas dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan peran serta masyarakat, sehingga diharapkan DBD di Indonesia dari tahun ke tahun menurun. Inovasi Sicantik ini memiliki serangkaian kegiatan diantaranya : Tahap Persiapan. Pada tahap ini memuat Surat Undangan Sosialisasi Program ke sekolah dengan mengumpulkan guru UKS untuk sosialisasi program, pengumuman pelaksanaan kegiatan yang dilakukan di pukesmas. Tahap Pelaksanaan Kegiatan. Pada tahap ini, kegiatan dilakukan di sekolah dimana sebelum melaksanakan kegiatan, penanggung jawab inovasi akan mengirimkan surat dan jadwal tindak lanjut dari sosialisasi program untuk memohon izin melakuka kegiatan di sekolah dengan izin dari Kepala Sekolah. Kemudian akan dilakukan persiapan alat pendukung dan pemaparan tentang DBD dan mempraktekkan di lingkungan sekolah. Tahap Monitoring dan Evaluasi. Tahap ini berupa melakukan evaluasi dan monitoring atas kegiatan yang dilakukan baik di sekolah maupun dirumah setiap 1 bulan sekali dengan memberikan reward kepada siswa yang rajin melakukam kegiatan dan melaporkan kegiatannya secara rapi. Inovasi Sicantik diharapkan dapat mencapai tujuan dari dibentuknya inovasi ini, yaitu untuk meningkatkan pengetahuan siswa dalam melakukan Pemberantasan Saran Nyamuk (PSN), sehingga kasus DBD dapat menurun secara signifikan, meningkatkan pengetahuan siswa mengenai cara untuk memberantas penyakit demam berdarah dan memberantas sarang nyamuk, sehingga dapat mewujudkan lingkungan yang bersih, aman, dan nyaman tanpa adanya wabah penyakit demam berdarah.