Jumangin Puskesmas Pracimantoro 1

Jumangin Puskesmas Pracimantoro 1

Inovasi Jumangin (Maju Bersama Tanggulangi Stunting) merupakan salah satu inovasi Kabupaten Wonogiri yang dikembangkan oleh UPTD Puskesmas Pracimantoro I, Wonogiri. Adapun latar belakang terbentuknya inovasi ini adalah masih tingginya kasus stunting di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pracimantoro I. Tercatatat di Bulan September 2018 lalu, ada 34 kasus stunting. Adanya 34 kasus stunting dalam 1 bulan ini termasuk dalam kategori tinggi. Kasus stunting sendiri merupakan kondisi dimana seseorang kekurangan gizi kronis (dalam jangka waktu yang lama). Masalah Stunting ini terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan (zat gizi) dengan konsumsi (makan) karena Pola Asuh Gizi Anak (cara memberikan makanan yang tidak memadai). Di Indonesia, permasalahan Stunting ini masuk ke dalam salah satu dari lima Program Prioritas Nasional karena bagi Indonesia permasalahan ini sangatlah penting untuk dapat ditanggulangi dan dikendalikan agar tidak terganggunya generasi yang handal dalam upaya pembangunan manusia yang berkualitas. Di sisi lain, isu stunting juga menjadi isu global yang terjadi saat ini yang harus mendapatkan prioritas dalam upaya pencegahan dan penanganannya. Dangan masih banyak ditemukan kasus stunting yang terjadi di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pracimantoro I tersebut UPTD Puskesmas Pracimantoro I mengadakan upaya-upaya mendasar terkait pencegahan dan penanggulangan stunting dengan mencoba untuk menggunakan ide kreatif atau gagasan baru. Ide kratif tersebut diimplementasikan dalam pengadaan Inovasi Maju Bersama Tanggulangi Stunting (Jumangin) yang terbentuk di tahun 2019. Jumangin atau Maju Bersama Stunting dilaksanakan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan kasus stunting yang ada di UPTD Puskesmas Pracimantoro I yang harapannya dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam program pencegahan dan penanggulang stunting di Masyarakat. Inovasi yang dibina oleh Anggoro Safari selaku pegawai UPTD Puskesmas Pracimantoro ini diharapkan mampu menurunkan angka stunting di wilayah tersebut dengan penerapan inovasi jumangin untuk masyarakat agar masyarakat mudah dalam untuk mendeteksi secara dini kasus stunting. Dalam deteksi dini kasus stunting ini dilakukan menggunakan aplikasi standar antropometri yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat pengguna android, yang didukung dengan penggunaan leaflet yang bertujuan untuk mempermudah inovasi Jumangin ini di terapkan oleh masyarakat luas.