Vaksinasi Toga, Toma, dan Anggota Ormas

Keberhasilan penanganan Covid-19 di masyarakat selain penerapan protokol kesehatan 5M adalah pemberian vaksinasi untuk mencapai herd immunity. Sasaran pemberian vaksinasi bagi kelompok masyarakat yang beresiko dimulai dari tenaga kesehatan, lansia, masyarakat rentan, pelaku ekonomi, guru termasuk juga para tokoh masyarakat, tokoh agama dan anggota organisasi masyarakat.

Pada hari selasa, 07 September 2021 dilaksanakan vaksinasi kepada toma, toga dan anggota ormas di Kabupaten Wonogiri, dimana penentuan sasaran bekerja sama dengan lintas sektor (Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Wonogiri). Pelaksanaan vaksinasi berlokasi di Pendopo Kabupaten Wonogiri dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sasaran yang sudah mendapatkan undangan mengikuti proses vaksinasi mulai dari skrining, pemeriksaan tekanan darah dan suhu tubuh, apabila memenuhi persyaratan maka peserta vaksinasi melanjutkan proses ke meja berikutnya untuk mendapatkan suntikan vaksinasi.

Pasca vaksinasi, peserta menjalani observasi selama 15 menit untuk memantau adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Selama menunggu waktu observasi diberikan sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan penularan Covid-19 dan informasi waktu pelaksanaan vaksinasi dosis kedua.

 Vaksinasi Covid-19 tidak menjamin 100% tidak tertular Covid-19, untuk itu tetap menerapkan protokol kesehatan 5M. Seseorang yang sudah mendapatkan vaksinasi, apabila tertular Covid-19 maka akan meringankan gejala yang dialami. Keberhasilan pelaksanaan vaksinasi akan meningkatkan kekebalan kelompok (Herd immunity) sehingga kedepannya masyarakat dapat beraktivitas kembali.

SUKSESKAN VAKSINASI, AKHIRI PANDEMI !

Jogo Tonggo Bidang Kesehatan

Permasalahan utama Covid-19 harus segera diatasi yaitu dengan memutus mata rantai penularan dengan cara meminimalisir kontak antara individu, mencegah transmisi antar daerah, serta mencegah transmisi lokal dengan karantina/ isolasi, baik terhadap suspek, probable, maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Mengatasi situasi terjadinya wabah seperti ini, penerapan kebijakan yang sifatnya top down dan sangat tegas kadang kala diperlukan, seperti penerapan karantina wilayah dengan berbagai perangkat hukumnya dengan melibatkan petugas dalam mengawasi setiap mobilitas masyarakat, dan memaksa masyarakat untuk mematuhinya. Namun demikian kebijakan tersebut bisa saja menjadi tidak efektif apabila tidak diikuti dengan kompensasi maksimal yang harus diberikan kepada masyarakat terdampak, yang tentunya hal ini sangat berhubungan erat dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pendekatan dengan melibatkan langsung peran serta masyarakat sebagai pelaku utama.

Upaya penanganan Covid-19 harus dilakukan secara cepat dan tepat mulai dari deteksi dini, upaya preventif dan promotif, juga respon cepat terhadap setiap kasus yang muncul. Hal ini tentunya tidak akan bisa berjalan dengan baik apabila hanya dikerjakan oleh petugas kesehatan saja, namun akan menjadi sangat efektif apabila dilakukan dengan melibatkan masyarakat melalui pemberdayaan yang komponen strategisnya adalah gotong royong.

Merujuk pada nilai sosial budaya yang ada pada masyarakat Jawa Tengah serta merespon kebijakan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Instruksi Gubernur Jawa Tengah No. 1 Th. 2020, tentang pemberdayaan masyarakat dalam percepatan penanganan Covid-19 di tingkat rukun warga (RW) melalui pembentukan “satgas jogo tonggo”.

Kombinasi intervensi antara penerapan kebijakan oleh pemerintah yang sifatnya top down dan intervensi yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama akan lebih efektif untuk diterapkan. Dimana masyarakat dijadikan sebagai subyek dengan cara memaksimalkan keterlibatannya dengan membentuk model penanganan wabah berbasis masyarakat atau community-based Covid-19 intervention.

Adapun Bidang Tugas Jogo Tonggo ini ada 4 Bidang :

  • Bidang Kesehatan
  • Bidang sosial dan keamanan
  • Bidang Ekonomi
  • Bidang hiburan

            Jogo Tonggo Bidang Kesehatan mempunyai tugas

  • Memberikan pelayanan kesehatan
  • Mendorong praktik untuk hidup bersih dan sehat
  • Serta selalu berkoordinasi dengan pihak  desa bilamana terdapat kondisi kesehatan warga yang memerlukan tindak lanjut karena kesehatan warga dalam kondisi darurat.

Dengan adanya Jogo Tonggo bidang kesehatan di desa dapat mendorong masyarakat untuk tetap berperilaku Hidup Bersih dan Sehat di masa pandemi  ini, dalam bentuk pemberdayaan masyarakat, dengan harapan pemberdayaan masyarakat dalam kemasan jogo tonggo ini, tidak hanya ketika ada pandemi saja, tetapi keberlangsungan pemberdayaan masyarakat tersebut dapat mengatasi permasalahan – permasalahan kesehatan yang lain, bilamana pandemi berakhir.

Data Dukung Informasi Jogo Tonggo di Tingkat Desa

Gambaran Struktur Jogo Tonggo dalam PPKM Mikro dan Peta Wilayah rw dengan Kasus Covid-19

Kunjungan Unicef dalam Pelaksanaan Jogo Tonggo