Isolasi Terpusat Penanganan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri

Isolasi Terpusat Penanganan Covid-19 di Kabupaten Wonogiri

Isolasi menjadi kata-kata yang sarat makna pada akhir-akhir ini. Isolasi menjadi wujud bentuk usaha pencegahan penularan dari masyarakat yang terpapar Covid-19 kepada masyarakat lain yang sehat, seperti yang kita ketahui bersama isolasi sebelumnya hanya berbentuk kegiatan individual atau mandiri karenanya sering digunakan istilah “isoman” atau “isolasi mandiri”. Namun, berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/4641/2021 terdapat bentuk isolasi lain yaitu “Isolasi Terpusat atau Isoter”. Pemerintah Kabupaten Wonogiri pada tanggal 02 Agustus 2021 membuka Tempat Isolasi Terpusat Penanganan Covid-19 di Gedung PGRI Wonogiri.

Isolasi terpusat dilakukan untuk semua kasus suspek yang memerlukan perawatan Rumah Sakit/kasus konfirmasi Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan yang tidak memenuhi syarat klinis dan rumah untuk melakukan isolasi mandiri. Petugas yang terdiri dari dokter, perawat, paramedis, administrasi, juga melibatkan BPBD, Satpol PP, Kepolisian, TNI, Dinas Lingkungan Hidup, dan lintas sektoral lainnya, selalu memantau dan memperhatikan perkembangan pasien dan kegiatan apa saja yang dilakukan pasien selama menjalani “Isoter”. Setiap pagi dan sore hari dilakukan pemeriksaan vital sign meliputi tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, pernafasan dan Saturasi Oksigen (Sp O2) serta menanyakan keluhan pada pasien. Swab PCR evaluasi dilakukan setiap 3 hari sekali untuk memantau perkembangan CT Value dan hasil Swab pada masing-masing pasien.

Banyak cara agar penghuni tempat “Isoter” tidak mengalamai kebosanan, petugas nakes mengisi dengan kegiatan-kegiatan yang positif untuk pasien yang disana dengan wujud senam pagi, promosi kesehatan oleh petugas promkes Puskesmas atau Dinas Kesehatan dan kegiatan lainnya.

Hal ini diharapkan para pasien tidak mengalami kebosanan yang dapat mengakibatkan stres pikiran yang berdampak pula terhadap imun para pasien, karena secara ketentuan dalam isoter pasien harus menjalani isolasi terpusat atau karantina terpusat selama 10 s/d 14 hari ditambah pula Swab PCR dengan hasil negatif yang harus mengiringi agar dapat meninggalkan tempat dan bisa dikatakan telah “sehat atau pulih”.

Pemulangan pasien dengan hasil Swab PCR negatif dihadiri oleh TNI POLRI dan dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri, dr. Adhi Dharma, M.M. Kepala Dinas kesehatan memberikan pengarahan dan menghimbau kepada pasien yang dinyatakan negatif dan diperbolehkan untuk pulang agar tetap menerapkan protokol kesehatan.