Hari AIDS Sedunia tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Wonogiri

Dalam rangka Hari AIDS Sedunia tahun 2018 Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan Aids Daerah, PKK Kabupaten,

 serta Komunitas Pemuda Wonogiri ( Komunitas Musik, Komunitas Magic, Komunitas Mural dsb) menggelar berbagai rangkaian kegiatan untuk menyambut hari AIDS sedunia pada 1 Desember 2018.Berbagai kegiatan antara lain Talk Show yang bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri yang diikuti oleh kurang lebih 300 peserta berbagai kalangan baik pemuda, pelajar, mahasiswa, tokoh agama serta perusahaan dan industri di Wonogiri, Talk Show di Radio Giri Suara Wonogiri bersama ketua tim penggerak PKK Kab Wonogiri, Car Free Day, Pentas Musik dan pentas berbagai kegiatan pemuda pemudi Wonogiri, serta pelayanan Konseling dan Tes HIV  di lokasi kegiatan oleh tim dari Puskesmas dan Rumah Sakit di Wonogiri.

Talk Show Hari Aids Sedunia 2018 di Pendopo Kab Wonogiri

 

 

Talk Show di radio hari AIDS sedunia pada 1 Desember 2018

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia yang ditetapkan pertama kali pada tahun 1988.Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah kondisi yang disebabkan oleh virus Human Immunodeficiency Virus (HIV). Perlu diketahui bahwa virus HIV secara drastis dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan penyakit & bakteri, virus, dan infeksi lainnya menyerang tubuh manusia. Virus HIV tidak bisa disingkirkan atau disembuhkan sepenuhnya, jika seseorang terinfeksi HIV, ia akan memilikinya sepanjang hidup sehingga seseorang yang sudah terkena HIV akan mudah tertular penyakit lainnya.

Stan Layanan Konseling dan Tes HIV hari AIDS sedunia 2018,

 

Dalam upaya pencegahan dan pengendalian di Kabupaten Wonogiri pelayanan konseling dan tes HIV bagi orang yang beresiko dapat dilayani di 34 puskesmas di kabupaten Wonogiri, 1 klinik pratama, 5 rumah sakit negeri dan swasta. Untuk pelayanan Pengobatan dan Dukungan Pengobatan dilayani di RSUD Soediran, Puskesmas Jatisrono 1, puskesmas Pracimantoro 1,Puskesmas Tirtomoyo 1 dan Puskesmas Baturetno. Upaya pendekatan jaringan pelayanan ini dalam upaya pencegahan dan pengendalian dimana kasus yang di wonogiri selalu meningkat.

 

Generasi milenial yg sadar akan kesehatan dan pengin tahu info yg benar tentang HIV
Komunitas Pemuda dalam rangaka hari AIDS sedunia 2018, Hello Pendopo

Tes Kebugaran ( Rockport) dan pemeriksaan kesehatan bagi karyawan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Dalam rangka memeriahkan acara Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke – 54, maka panitia mengadakan tes kebugaran serta pemeriksaan kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Acara dilaksanakan pada tanggal 9 November  2018 dimulai pada jam 06.00 WIB di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri.

Para peserta tes kebugaran dalam rangka peringatan Hari Kesehatan nasional ke-54

 

Diawali dengan pemanasan dan senam bersama yang dipimpin oleh instruktur senam, maka rockport dimulai dengan peserta yang berkumpul di garis start dan kemudian mulai untuk lari sejauh 1600m dengan rute yang sudah ditentukan oleh panitia.  Beberapa panitia time counter sudah siap di garis finish untuk mencatat waktu tempuh para peserta.

Senam bersama di halaman kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Setelah rockport selesai maka dilanjutkan dengan tes kesehatan yaitu pengecekan tensi, gula darah, dan asam urat di UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Kemudian dilanjutkan dengan acara sarapan  bersama di Ruang Pertemuan DKK Wonogiri. Dari hasil kegiatan tersebut maka panitia mengolah data dari para hasil pencapaian peserta yang mengikuti rockport dan peserta ter-bugar adalah Bapak Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan Sumarsono Purwadi, SKM. MM.

Cek kesehatan yaitu pengukuran tensi, gula darah, dan asam urat.

 

Peserta Ter-Bugar, Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan. Bapak Sumarsono Purwadi, SKM, MM.

 

Pelatihan Sanitasi bagi Pengelola Industri Rumah Tangga Pangan di Dinas Kesehatan Kab. Wonogiri tahun 2018

Dalam upaya pengawasan hygiene dan sanitasi Industri Rumah Tangga Pangan (IRT-P) pada Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri tahun 2018, maka dilaksanakan Pelatihan Sanitasi IRT-P bagi pengelola Industi Rumah Tangga Pangan yang dihadiri oleh peserta (pengelola IRTP) pada hari Senin, tanggal 29 Oktober 2018 pada jam 08.30 sampai jam 12.00 di ruang Mawar DKK Wonogiri.

Bapak Kepala Bidang, dan para Narasumber.

Total peserta yang diundang untuk pelatihan ada 50 peserta yang berasal dari wilayah kerja puskesmas Wonogiri II, puskesmas Wonogiri 1, puskesmas Pracimantoro II, puskesmas Giritontro, puskesmas Pracimantoro I, puskesmas Paranggupito, puskesmas Batuwarno, puskesmas Girimarto, puskesmas Jatisrono I, puskesmas Ngadirojo, puskesmas Tirtomoyo II, puskesmas Nguntoronadi I, puskesmas Jatiroto, puskesmas Purwantoro I, puskesmas Tirtomoyo I, puskesmas Selogiri, puskesmas giriwoyo II, puskesmas Eromoko i, puskesmas Baturetno I, dan puskesmas Jatipurno.

Peserta pelatihan pengelola Insudtri Rumah Tangga Pangan.

Acara dibuka oleh sambutan dari bapak Kepala Dinas Kesehatan yang pada kesempatan kali ini diwakilkan oleh bapak Kepala bidang Kesehatan masyarakat yaitu bapak Mardiyanto, SKM, M.Kes. yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari bapak Suwarsono, SKM, M.Si yatu Kepala seksi Farmasi, makanan dan minuman tentang pengelolaan industri rumah tangga pangan khususnya di proses pengelolaan bahan makanan, produksi makanan, pengemasan makanan serta penyakit yang dapat ditimbulkan karena kesalahan dalam mengolah makanan. Untuk narasumber selanjutnya yaitu pemaparan dari bapak Sumarsono Purwadi, SKM, MM tentang sanitasi dan hygiene dalam mengolah dan memproduksi makanan.

Narasumber dari Kepala Seksi Farmasi, Makanan, dan Minuman Bapak Suwarsono, SKM. M.Si saat mengisi sesi pertama.

 

Narasumber dari Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan bapak Sumarsono Purwadi, SKM, MM. saat sesi kedua.

 

Kunjungan Lapangan ( Studi Banding ) STBM Kabupaten Grobogan ke Kabupaten Wonogiri

Rombongan Studi banding Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan bersama Kepala Desa Bulusulur.

Sehubungan dengan peningkatan kapasitas dan memberikan wawasan kepada petugas kesehatan lingkungan (sanitarian) Puskesmas Se-Kabupaten Grobogan dalam mewujudkan Desa STBM di Kabupaten Grobogan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan beserta Puskesmas mengadakan Kunjungan Lapangan di Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri…

Acara Studi Banding diadakan di Di Pendopo Taman Arjuna Desa Bulusulur

Kunjungan Lapangan (studi banding) dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 24 Oktober 2018 di Taman Arjuna ( kolam keceh) Desa Bulusulur, Kecamatan Wonogiri, Kabupaten Wonogiri. Acara Studi Banding di desa Bulusulur dihadiri oleh peserta dari Kabupaten Grobogan yang terdiri dari 30 Sanitarian Puskesmas, bapak Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, bapak Kepala Bidang Yankes DKK Grobogan, dan Ibu Kepala Seksi dan staff Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olah Raga DKK Grobogan. Serta tamu undangan yaitu bapak camat Wonogiri, bapak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri yang diwakili oleh bapak Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat DKK Wonogiri, bapak Kepala Seksi dan Staff Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja dan Olah raga DKK Wonogiri, Perwakilan dari Puskesmas Wonogiri 1, Babinsa Desa Bulusulur, Perangkat Desa, dan kader Desa Bulusulur.

Sambutan dari bapak Kepala Bidang Kesmas Bapak Mardiyanto, SKM., M.Kes. Bapak Camat Wonogiri. Drs. Slameto Sudibyo. serta penyampaian maksud dan tujuan oleh Bapak Sekdin DKK Grobogan dr. Slamet Widodo.

Selanjutnya sambutan selamat datang dari bapak Kabid Kesmas Mardiyanto, SKM,MKes dalam sambutan beliau menjelaskan tentang STBM di Kabupaten Wonogiri yang dimulai tahun 2008 dan desa yang ODF untuk pertama kali adalah desa Pule di Kecamatan Selogiri, pada tahun 2009 telah ada kecamatan yang ODF untuk pertama kalinya yaitu kecamatan Puhpelem, lalu pada tahun 2017 Desa Bulusulur sebagai desa STBM pertama di Kabupaten Wonogiri yang juga bersamaan dengan Deklarasi Kabupaten ODF di Kabupaten Wonogiri pada tahun 2017. Sambutan selanjutnya yaitu dari beliau bapak  Drs. Slameto Sudibyo camat Wonogiri bahwa desa bulsulur adalah desa yang mempunyai banyak inovasi. Hampir setiap program pemerintah bisa dilaksanakan dan dikembangkan secara maksimal, sehingga kesejahteraan masyarakat desa bisa diwujudkan. Setelah kedua sambutan dari bapak kabid dan bapak camat maka dilanjutkan penyampaian maksud dan tujuan dari Sekretaris DKK Grobogan dr. Slamet Widodo bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sanitarian se Kabupaten Grobogan, guna mewujudkan kabupaten Grobogan menuju STBM lima Pilar. Dengan mengkaji yang dilakukan oleh desa Bulusulur diharapkan Grobogan juga mampu menuju STBM lima pilar.

paparan Bapak Dwi Santoso, ST. tentang STBM di Desa Bulusulur

Setelah sambutan dan penyampaian maksud tujuan maka acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan kemudian penampilan senam STBM dari kader desa Bulusulur. Dilanjutkan dengan presentasi dari Kepala Desa Bulusulur Bapak Dwi Prasetyo, ST. Presentasi bapak Dwi Prasetyo adalah perjalanan desa Bulusulur dalam mencapai status desa 5 pilar STBM. Desa Bulusulusr menjadi Desa ODF pada tahun 2015, tak cukup sampai ODF saja desa Bulusulur semakin mengembangkan inovasi program STBM dengan adanya STBM 5 pilar plus, pilar plus nya adalah Pemberantasan sarang Nyamuk (PSN) dan penanaman Apotek Hidup. Bapak Dwi Prasetyo juga merupakan peraih Juara 1 Duta Lingkungan Sehat tingkat Provinsi Jawa Tengah di tahun 2017.

sesi tanya jawab antara peserta studi banding dan bapak kepala desa

Acara selanjutnya adalah diadakannya sesi diskusi dan tanya jawab oleh bapak Dwi Prasetyo dan peserta studi banding dan kemudian dilanjutkan dengan ISHOMA. Setelah ISHOMA maka dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke dusun Kedungsono. Acara terakhir yaitu penyerahan kenang – kenangan antara kabupaten Grobogan dan Kabupaten Wonogiri.

Penyerahan kenang-kenangan dari kabupaten Wonogiri ke Kabupaten Grobogan yang diwakili oleh bapak Kabid Kesmas DKK dan bapak Sekdin DKK Grobogan.

 

Senam STBM oleh kader Desa Bulusulur.

 

Kabupaten Wonogiri Meraih Penghargaan STBM Berkelanjutan Tingkat Nasional Tahun 2018

Alhamdulillah… Puji Syukur kita panjatkan kepada Allah SWT.. Karena pada hari ini tanggal 18 Oktober 2018 Wonogiri meraih penghargaan STBM Berkelanjutan oleh Kementerian Kesehatan yang bertempat di Auditorium Siwabessy, Gedung Prof. Sujudi Kementerian Kesehatan. Yang dihadiri oleh bapak SEKDA Drs. Suharno, M.Pd dan Bapak Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Wonogiri bapak dr. Adhi Dharma, MM.

Sambutan dan arahan dari Ibu Kemenkes kepada 23 Kabupaten dan 1 Provinsi yang terpilih meraih pengahargaan STBM Berkelanjutan.

 

SEKDA Kab. Wonogiri Drs. Suharno, M.Pd saat menerima piagam penghargaan STBM Berkelanjutan.

Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian Kabupaten Wonogiri yang telah terverifikasi STOP Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Dan memiliki inovasi terbaik dalam mempertahankan kondisi SBS serta meningkatkan kualitas akses sanitasi dan layanan berbasis masyarakat.

Persembahan dari Kementerian Kesehatan kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Wonogiri.

 

Hasil karya Sanitarian dan segenap stakeholder terkait, terima kasih Sanitarian Wonogiri.

 

dr. Adhi Dharma, MM. bersama wakil dari Kabupaten lain penerima penghargaan STBM berkelanjutan.