Istitaah Kesehatan Jemaah Haji

Calon Jemaah haji yang dalam kondisi sehat dan bugar akan lebih memudahkan dalam menjalankan rukun dan wajib haji di tanah suci. Kondisi ini akan  bisa didapat apabila setiap calon jemaah haji mampu menjaga kesehatannya jauh hari sebelum keberangkatan ke tanah suci.

Pesan tersebut selalu disampaikan oleh H.Marsudi,SKep,Ns  Pelaksana kesehatan haji UPTD Puskesmas Wonogiri 1,yang selalu disampaikan setiap pembinaan kesehatan calon haji dari wilayah kerjanya.

Disampaikan juga bahwa ibadah haji tidak terpisahkan  dengan kesehatan, sebab ibadah haji adalah ibadah fisik. Oleh karena itu H.Marsudi meminta jemaah haji yang mempunyai masalah tentang kesehatan atau keterbatasan disarankan untuk berkonsultasi dengan petugas, sehingga apabila ada perihal yang harus dilakukan dan yang tidak dilakukan oleh calon jemaah haji.

Pelaksanaan pembinaan kesehatan calon jemaah haji ini dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam Permenkes Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istitaah Kesehatan Jemaah Haji. Yang dalam permenkes tersebut juga diatur bagaimana pola pembinaan kesehatan kepada calon jemaah haji. ”Semua calon jemaah haji wajib diperiksa kesehatannya dan setelah diperiksa akan dilakukan pembinaan oleh petugas kesehatan,” kata H.Marsudi Kepada para calon jemaah haji juga disampaikan pelrunya periksa kesehatan secara rutin di Puskesmas, vaksinasi meningitis, makanan yang bergizi, melakukan aktifitas fisik/olahraga, istirahat cukup dan tidak merokok, tambanhya. (mBinG)

Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Wonogiri 1 cek kesehatan anggota PPK Wonogiri

Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Wonogiri 1 cek kesehatan anggota PPK Wonogiri

dr. Nia dan paramedis UPTD Puskesmas Wonogiri 1 melakukan cek kesehatan pada anggota Polri yang sedang bertugas dalam pengamanan Pemilu 2019 di Kecamatan Wonogiri

Guna memastikan kesehatan seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan Wonogiri yang sedang melaksanakan penghitungan suara Pemilu 2019, di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Tim Kesehatan UPTD Puskesmas Wonogiri melakukan pemeriksaan kesehatan seluruh panitia yang bertugas.

Kepala UPTD Puskesmas Wonogiri, dr. Pitut Kristiyanta Nugraha, MM menjelaskan bahwa banyaknya anggota panitia dengan mobilitas kegiatan dalam  mensukseskan jalannya Pemilu 2019, tentunya dibutuhkan kondisi tubuh yang sehat dan bugar.

 “Di mana saat ini telah memasuki tahap penghitungan suara di tingkat PPK Wonogiri,  sangat dibutuhkan anggota panitia yang dalam keadaan yang fit. Sehingga panitia yang sedang bertugas bisa menjalankan tugas dengan baik dan lancar”, katanya Senin (22/4/2019).

Absis Nur Hidayat salah satu paramedis UPTD Puskesmas Wonogiri sedang mengukur tekanan darah salah satu panitia pemilu 2019 di kecamatan Wonogiri

Drs. Suparno Sekcam Wonogiri menyampaikan ucapan terima kasih kepada UPTD Puskesmas Wonogiri 1, walau tidak ada perintah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tetapi kegiatan tersebut bisa dilakukan. “Kami berikan aprisiasi yang tinggi kepada dr.Pitut Kepala UPTD Puskesmas Wonogiri 1, yang telah berperan aktif dalam ikut mensukseskan jalannya Pemilu 2019 di kecamatan Wonogiri” katanya

Kapolsek Wonogiri AKP.Budiyono.SH yang memimpin langsung jalannya pengamanan pemilu di kecamatan Wonogiri juga melakukan cek kesehatan.

Pemeriksaan Kesehatan yang dilaksanakan di kantor kecamatan Wonogiri tersebut, selain memeriksa kesehatan para anggota PPK Wonogiri, pemeriksaan kesehatan juga dilaksanakan kepada anggota TNl dan Polri yang juga bertugas dalam pengamanan Pemilu 2019, termasuk Panwas bahkan masyarakat yang sedang menyaksikan proses penghitungan suara.

“Ini merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat, TNI, Polri, serta petugas penyelenggara Pemilu lainnya, agar semua proses demokrasi berjalan lancar, terutama kesehatan para petugas,” tambah dr. Pitut (mBinG)

Senja Temaram di Puskesmas

Dalam rangka mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik, yang sejalan dengan kebijakan pemerintah ‘One Agency One Innovation’ yang mengharuskan seluruh instansi pemerintah membuat minimal satu inovasi setiap tahun. Kebijakan itu didukung dengan penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP), dengan maksud inovasi yang baik dapat direplikasi oleh instansi lain. Lebih dari itu, kebijakan itu diharapkan bisa mengubah mindset dan culture set aparatur negara, menjadi pegawai yang berkinerja dan melayani masyarakat.

Pada hari Selasa tanggal 26 Februari 2019 bertempat di Ruang Kahyangan Setda Kabupaten Wonogiri Pemerintah Kabupaten Wonogiri mengadakan Pengarahan Inovasi Pelayanan Publik dengan narasumber Dewi Muslikhah, S.IP., MBA. Kepala Subbagian Evaluasi dan Pelaporan pada Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB RI.

Dan sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut pada Minggu, 20/4/2019 telah melakukan submit proposal dengan judul SENJA TEMARAM SENam JAdi TEpat, MAntap, dan RAMah. Proposal tersebut berisi tentang inovasi yang dilakukan oleh puskesmas Wonogiri 1, yaitu berupa senam peregangan yang dilakukan setiap pukul 10.00 dalam 10 menit.

Senam peregangan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi kejenuhan pasien dan mengatasi menurunnya konsentrasi petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan. Awal program berbagai kendala dihadapi baik berupa “protes” pasien maupun petugas yang belum sepenuhnya bisa melaksanakan program ini. Pembelajaran terpenting dari program ini adalah bahwa puskesmas sebagai fasilitas kesehatan pemerintah harus mampu keluar dari zona nyaman, mampu merubah wajah pelayanan kesehatan yang selama ini berkesan kaku berubah menjadi lebih humanis. (mBinG)

Kartini

Karangan / Ciptaan : W.R. Supratman

Ibu kita Kartini
Putri sejati
Putri Indonesia
Harum namanya

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendekar kaumnya
Untuk merdeka

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri jauhari
Putri yang berjasa
Se Indonesia

Ibu kita Kartini
Putri yang suci
Putri yang merdeka
Cita-citanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Ibu kita Kartini
Pendekar bangsa
Pendeka kaum ibu
Se-Indonesia

Ibu kita Kartini
Penyuluh budi
Penyuluh bangsanya
Karena cintanya

Wahai ibu kita Kartini
Putri yang mulia
Sungguh besar cita-citanya
Bagi Indonesia

Jumantik Cilik siap bergerak

Jumantik Cilik siap bergerak


Para Jumantik Cilik Permu Cipta Laras Bulusulur ini berkeliling rumah warga pada Jum’at 19/4/2019 untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk di dalam bak mandi

Dalam upaya mencegah terjadinya penyakit demam berdarah dengue (DBD), warga Perumahan Cipta Laras Bulusulur Kec Wonogiri juga membentuk juru pantau jentik (Jumantik) cilik. Dwi Rahamti pelaksana Promkes UPTD Puskesmas Wonogiri 1 yang juga Pembina wilayah desa Bulusulur mengatakan, mereka aktif menjadi jumantik cilik bersama dengan kader kesehatan perumahan setempat.


Para Kader kesehatan dan Jumantik Cilik Perum Cipta Laras Bulusulur siap bergerak

Para Kader kesehatan dan Jumantik Cilik ini berkeliling rumah warga pada Jum’at 19/4/2019 untuk melakukan pemantauan jentik nyamuk di dalam bak mandi, dispenser, pot bunga dan tempat lain yang memungkinkan berkembangnya jentik nyamuk. “Mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai Jumatik Cilik bersama kader kesehatan disambut dengan baik oleh warga perumahan cipta laras, warga mau membuka pintu dan mempersilahkan untuk memeriksa jentik nyamuk,” tambah Dwi Rahmanti. Kegiatan Jumantik Cilik ini sangat baik dan didukung penuh oleh warga perumahan sebagai wahana untuk mendidik anak-anak mereka pada program kesehatan. Yang terpenting kehadiran mereka sebagai kader kesehatan cilik secara langsung maupun tidak langsung diharapkan menggugah kesadaran bersama dalam pencegahan penyakit DBD. “Kehadiran jumantik cilik sangat membantu dan menggugah kesadaran bersama, diharapkan, penyakit DBD di wilayahnya dapat dicegah,”” tambahnya. (mBinG)

5 Pesan Kesehatan Bagi Jemaah Haji

Ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan fisik yang kuat. Hal ini disebabkan banyaknya rukun dan wajib haji yang harus dilakukan dan kondisi cuaca di Arab Saudi yang sangat ekstrem bila dibandingkan dengan di Indonesia.

Kementerian Kesehatan selalu mengimbau jemaah haji Indonesia untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama di tanah suci. Imbauan kesehatan ini pula yang disampaikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc, pada acara ‘Sosialisasi Haji Sehat’ di Kota Gorontalo, Minggu (14/4).

Sekurangnya ada lima hal yang harus diperhatikan dan diterapkan oleh jemaah haji saat di Arab Saudi. Pertama, selalu membiasakan untuk sarapan terlebih dulu sebelum berangkat ke masjid atau melakukan kegiatan ibadah lainnya. Kedua, mengenakan sandal jika bepergian ke madjid dan dibawa ke dalam masjid. Selanjutnya, meminum air sesering mungkin, jangan menunggu haus. Berikutnya menggunakan masker setiap kali ke luar ruangan.

”Terakhir, jika sakit pada saat melontar jumroh bisa dibatalkan. Jangan memaksakan diri,” kata Eka.

Acara sosialisasi haji sehat ini terselenggara berkat kerja sama antara Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, dan Dinas Kesehatan Kota Gorontalo. Pertemuan dihadiri oleh Walikota Gorontalo, Kepala Kanwil Kementerian Agama Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dan 380 orang jemaah haji Kota Gorontalo.

Selanjutnya Walikota Gorontalo Marten H. Taha, SE, M.EC.Dev, menyampaikan program manasik haji terpadu sejak tahun 2014 telah dimasukan ke dalam APBD Kota Gorontalo untuk pembinaan jemaah haji. Kegiatannya tidak hanya untuk bimbingan ibadah saja tapi juga bagi bidang kesehatannya.

”Kami berharap agar jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan sempurna dan diberikan kesehatan sampai kembali ke tanah air,” ujar Marten.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Gorontalo dr. Hj. Nur Albar, Sp.PD FINASIM, mengungkapkan sebanyak 94 persen calon jemaah haji atau sebanyak 400 orang dari total 425 orang jumlah calon jemaah haji asal Kota Gorotanlo sudah melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya, seluruhnya memenuhi syarat istitaah kesehatan haji.

Sementara itu ketika disinggung mengenai kesiapan SDM kesehatan dalam melayani jemaah, Kapuskes Haji meyakinkan bahwa meskipun dari segi jumlah atau rasio petugas dan jemaah haji terlihat kurang, akan tetapi dengan strategi yang tepat niscaya tetap dapat memberikan layanan optimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.

”Jika dilihat dari jumlah memang terlihat kurang, namun untuk menambah jumlah petugas bukan wewenang Kementerian kesehatan. Kami tim kesehatan menggunakan strategi jejaring dengan perangkat kloter lainnya dan memaksimalkan semua sumber daya yang ada. TKHI [Tim Kesehatan Haji Indonesia] tidak hanya bekerja sendiri tetapi bekerja bersama ketua rombongan, ketua kloter dan pembimbing ibadah. Saya berharap juga dapat bekerjasama dengan KBIH-KBIH,” jelas Eka.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui nomor hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id 3/]]]]]]

Stres pada Remaja

Stres pada Remaja

Halo Healthies!
tahu gak sih, Stres saat pubertas banyak terjadi, apalagi dengan adanya perubahan hubungan dengan teman sebaya, tugas dan aktivitas sekolah yang banyak, dan masalah keamanan di lingkungan mereka. .
Cara mengatasi stres memiliki dampak pada perkembangan kesehatan fisik dan emosional. .
Kesulitan menangani stres bisa menyebabkan depresi, penyalahgunaan zat adiktif, dan masalah kesehatan lainnya.


Stress dapat mempengaruhi tubuh dan perasaan, seperti merasa lelah, sulit tidur, makan berlebihan, sakit perut, sakit kepala, dan nyeri di leher dan bahu. Selain itu juga bisa membuat perasaan jadi sedih, cemas, khawatir, mudah marah dan kehilangan kesabaran, serta sulit berkonsentrasi

Lawan stres!
Dengan berbicara dengan seseorang yang kamu percaya dan dapat membantu
mengurangi stres, seperti teman dekat, orang tua, anggota keluarga, perawat
sekolah, guru, atau konselor sekolah, pekerja sosial dan tenaga kesehatan.

https://www.instagram.com/p/BwETGMEn7hv/?utm_source=ig_web_copy_link

#FaskesSiap

#FaskesSiap

Sudah siap untuk PEMILU 2019? Nah, untuk kamu yang tidak bisa hadir ke TPS saat hari pencoblosan karena alasan kesehatan, kalian harus tau info ini nih.
1. Pemerintah mengajak masyarakat untuk menggunakan hak politiknya pada Pemilu 2019

2. Bagi masyarakat yang menjalani rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) seperti Puskesmas, klinik dan rumah sakit, tetap dapat mengikuti Pemilu 2019

3. Kemenkes telah menginstruksikan Direktur rumah sakit seluruh Indonesia untuk berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di wilayah masing-masing guna menjamin terpenuhinya hak suara pemilih yang sedang dirawat di fasyankes

4. Fasyankes melakukan pendataan petugas, pasien dan keluarga pasien yang akan melaksanakan pemungutan suara di fasyankes sesuai ketentuan yang berlaku

5. Fasyankes menjaga kelancaran dan kerahasiaan pemilih pada saat pemungutan suara berlangsung (17 April) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berada di fasyankes

6. KPU akan menyiapkan petugas pemungutan suara keliling yang bertugas di fasyankes.

https://www.instagram.com/p/BwQk7LXnpLR/?utm_source=ig_web_copy_link

Air dan Kesehatan untuk Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum / BPSPAM

Air dan Kesehatan untuk Badan Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum / BPSPAM

Orientasi Kualitas Air BPSPAM, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 11/4/2019 di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri

Sesuai dengan rencana kerja program Kesehatan Lingkungan UPTD Puskesmas Wonogiri 1 tahun 2019, maka dikirimkan 3 orang pengurus dari 3 BPSPAM / Badan Pengelola Sistem Penyediaan air Minum untuk mengikuti Orientasi Kualitas Air BPSPAM, yang dilaksanakan pada hari Kamis, 11/4/2019 bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Mereka adalah pengurus dari 3 BPSPAM yaitu Tirtoharjo Desa Sonoharjo, Sumber Agung Desa Wonoharjo dan Tirto Muncar Desa Wonokerto.

pengambilan sampel air dari BPSPAM Sumber Agung Desa Wonoharjo untuk diuji di laboratorium DKK Wonogiri.

Sebagaimana pernah diinformasikan beberapa waktu lalu, bahwa pada tahun 2018 ketiga desa tersebut mendapatkan program Pamsimas. Sektor kesehatan berperan pada kegiatan tersebut sebagai pengawas kualitas lingkungan dan pengendali dampak resiko pencemaran lingkungan yang salah satunya adalah pengawasan kualitas air minum. Dengan rangkaian kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi tentang PHBS dan pengambilan sampel air untuk diuji di laboratorium DKK Wonogiri.

Sumarsono Purwadi,SKM,MM Kasi Kesling Kesajor DKK Wonogiri

Materi yang disampaikan oleh Sumarsono Purwadi,SKM,MM Kasi Kesling Kesjaor DKK Wonogiri adalah “Air dan Kesehatan bagi BPSPAM”

https://drive.google.com/file/d/10JjLIsGGuZ7AGlyuCNKKPbhaapbQKYMp/view?usp=sharinghttps://drive.google.com/file/d/10JjLIsGGuZ7AGlyuCNKKPbhaapbQKYMp/view?usp=sharing

“Orientasi Kualitas Air bagi BPSPAM diikuti oleh 30 pengurus BPSPAM dari seluruh kabupaten Wonogiri, yang dilaksanakan oleh seksi kesehatan lingkungan DKK Wonogiri, bertujuan untuk memberikan edukasi bagi pengurus BPSPAM dalam pengelolaan air minum agar aman dikonsumsi dan terhindar dari pencemaran lingkungan serta  pelaksanaan pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan”, kata Purwadi. (mBinG)

 

Pos Kesehatan Desa Bulusulur

Pos Kesehatan Desa Bulusulur

Salah satu peran serta aktif masyarakat di bidang kesehatan desa Bulusulur juga mempunyai sejumlah kader kesehatan

Desa Bulusulur Kecamatan Wonogiri adalah salah satu desa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Wonogiri 1, dalam upaya pembangunan di bidang kesehatan masyarakatnya mempunyai berperan penting, karena pembangunan desa terutama bidang kesehatan sebenarya ditujukan untuk memajukan desa itu sendiri dan memanfaatkan berbagai potensi serta sumber daya yang ada. Dari partisipasi masyarakat desa Bulusulur dalam proses pembangunan kesehatan maka diharapkan hasil dari pembangunan dapat sesuai dengan yang diharapkan, partisipasi masyarakat dalam usaha pembangunan desa dimulai dari penerimaan informasi perencanaan, pembangunan, serta pelaksanaan program. Adanya peran serta aktif masyarakat maka hasil dari pembangunan diharapkan dapat sesuai dengan keinginan dan kebutuhan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut di desa Bulusulur memiliki Pos Kesehatan Desa dengan Bidan Ida Kristiyani yang bertugas. Pos Kesehatan Desa / PKD Bulusulur didirikan selain berfungsi dalam mendekatkan pelayanan kesehatan, juga berfungsi dalam membina peran serta aktif masyarakat di bidang kesehatan.

PKD Bulusulur didirikan selain berfungsi dalam mendekatkan pelayanan kesehatan, juga berfungsi dalam membina peran serta aktif masyarakat di bidang kesehatan.

Salah satu peran serta aktif masyarakat di bidang kesehatan desa Bulusulur juga mempunyai sejumlah kader kesehatan. Beberapa waktu lalu Kader Kesehatan lebih sering menjadi pelaksana kegiatan saja, bukan sebagai pengelola. Pengelola yang berarti bukan hanya melaksanakan kegiatan saja, tetapi juga merencanakan kegiatan dan mengaturnya.  Dengan keberadaan Bidan Ida Kristiyani maka peran serta aktif masyarakat terutama kader kesehatan bisa dioptimalkan guna mewujudkan Bulusulur Sehat sesuai harapan masyarakatnya. Peran bidan desa bulusulur terhadap kader kesehatan adalah sebagai   pendamping dan pengarah dalam  pelayanan, serta penghubung masyarakat pada memberi pelayanan.

http://dinkes.wonogirikab.go.id/pkmwonogiri1/bulusulur/

Bidan desa Bulusulur juga sebagai contoh dan motivator dalam kegiatan serta menjaga kelangsungan kegiatan program kesehatan. Juga melaksanakan pembinaan dan pelatihan rutin terhadap kader kesehatan. Dengan menjalankan  koordinasi antara kader kesehatan dan tenaga kesehatan serta pemerintah desa. Dengan demikian masyarakat terutama kader kesehatan mampu menjadi pengelola program-program kesehatan di wilayahnya. Karena merekalah yang paling memahami kondisi kebutuhan di wilayahnya. (mBinG)